“Serenade” Dies Natalis ke-58 Himse

4 Desember 1960 adalah tanggal sakral bagi Himpunan Mahasiswa Sejarah Universitas Padjadjaran. Tentu saja, tanggal tersebut merupakan waktu lahirnya himpunan ini. Tanggal ini selalu diperingati setiap tahunnya dengan diselenggarakannya rangkaian acara Dies Natalis Himse.

Pada tahun ini, perayaan Dies Natalis Himse bertajuk “Serenade: Senada, Sejiwa” dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018 bertempat di Aula PSBJ, FIB, Unpad. Dipandu oleh MC Sharimaya Ulfina (2016) dan Arif Rahman (2016), acara dimulai pada pukul 18.30 WIB. Awal rangkaian diisi oleh apresiasi Liga Angkatan— yang dilaksanakan pada bulan November—sebagai sesi pembuka, dilanjutkan dengan prosesi wisuda “Himse School 2018”—yang dilaksanakan pada bulan Oktober, lalu sesi “Himse Award 2018”, dilanjutkan dengan sesi penghargaan untuk internal kepengurusan eksekutif Himse.

Nama-nama pemenang dalam awarding Himse untuk tiap kategori:
1. 2018 of the Year: M. Dhaffa.
2. 2017 of the Year: Sulaeman.
3. 2016 of the Year: M. Aulia Rahman.
4. 2015 of the Year: Suhendro.
5. Dosen of the Year: Dr. Gani A. Jaelani, DEA.
6. Mahasiswa Berprestasi: Hana Hanifah (2015)
7. Mahasiswa Teraktif: Shendy Vegaziandra A. (2015)

*Internal Kabinet Tjokroaminoto:
1. Kepala Departemen Terbaik: Aziz Ali H. (Dep. Keilmuan/2016)
2. Staf Terbaik: Aditya Permana (Dep. Hubungan Sosial/2017)

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Acara ini dihadiri oleh masyarakat Sejarah, baik itu angkatan-angkatan yang masih aktif sebagai mahasiswa maupun alumni. Tak hanya oleh bintang tamu Dede Prasetya (ex vokalis Siddhartha/2012) dan dosen Kunto Sofianto, Ph.D, tiap angkatan ikut meramaikan panggung acara lewat penampilan wakil-wakilnya di sela sesi Himse Award. Perwakilan SERAH (Serikat Alumni Sejarah) pun turut hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan acara setelah sambutan dari Ketua Himse periode 2017/2018, Fikry Ainul Bachtiar (2016). Selain ruang aula yang ramai, bilik foto dengan backdrop logo dan tulisan “Himpunan Mahasiswa Sejarah” juga acap kali jadi tempat berkumpul. Silih berganti masyarakat Sejarah berfoto dengan pakaian dan pose terbaiknya. Acara ini berakhir pada pukul 23.00 WIB dengan diputarnya video program kerja Himse Kabinet Tjokroaminoto dan pemotongan tumpeng Dies Natalis ke-58 Himse sebagai penutupnya.

Terima kasih kepada masyarakat Sejarah yang telah hadir pada Dies Natalis ke-58 Himse! Semoga Himse semakin jaya dan senantiasa menjadi “rumah” yang disinggahi dan dijenguk oleh para anggotanya. Sampai jumpa di selebrasi Dies Natalis Himse selanjutnya!

Salam gule anjing!

Himpunan Mahasiswa Sejarah
Kabinet Tjokroaminoto

-CR

Menyongsong Lembaran Baru Himse 2019

Tahun bakal segera berganti, 2019 menanti. Artinya, hampir setahun pula segenap kepengurusan eksekutif Himse Kabinet Tjokroaminoto menjalankan tugasnya dan akan pamit, menyerahkan amanah dan tanggung jawab kepada kabinet selanjutnya–yang pastinya dipimpin seorang ketua. Untuk itu, Panitia Pemilihan Umum (PPU) Himse hadir pada tahun ini dalam rangka menangani proses “pencarian” pemimpin baru tersebut.

PPU Himse kali ini diketuai oleh Ismi Indriani (2017). Dibantu oleh koordinator divisi-divisi yang ada beserta stafnya, PPU Himse bertanggung jawab dari awal pelaksanaan pemilu Himse hingga akhir; sampai diperolehnya suara terakhir yang mengumumkan Ketua Himse selanjutnya. Dimulai dengan tahap pendaftaran calon ketua, “screening” para pendaftar, kampanye terbuka dari para calon, dialog terbuka antarcalon, sampai pemungutan suara dari masyarakat Sejarah—mahasiswa aktif Sejarah Unpad dari angkatan 2012—2018.

ppuhimse

Poster Calon Ketua Himse 2019

Calon yang diperoleh dari dua tahapan awal adalah Sulaeman (2017) dan Inna Rahma Izzati (2017). Baik dalam masa kampanye dan ketika berlangsungnya dialog terbuka, keduanya memaparkan visi-misi dan program kerja unggulannya masing-masing kepada masyarakat Sejarah. Ada pula sesi tanya-jawab dengan kedua calon tersebut pada dialog terbuka pada akhir November lalu, sehingga baik para pemilih bahkan dosen Sejarah dapat mengetahui pendapat kedua calon terhadap isu atau kasus tertentu maupun kesiapan keduanya dalam memimpin Himse kelak.

Sementara itu, pemungutan suara sendiri dilangsungkan selama empat hari, terhitung dari tanggal 3 Desember sampai 6 Desember 2018. Dari total 231 suara yang masuk, 110 suara memilih calon nomor 1 (Sulaeman) , 106 suara memilih calon nomor 2 (Inna Rahma Izzati), dan 15 suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, kepengurusan Himse periode 2018/2019 mendatang akan dipimpin oleh Sulaeman.

Selamat dan semangat untuk Sulaeman dan kepengurusan Himse selanjutnya. Semoga Himse senantiasa terus mempertahankan eksistensinya, bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi lebih baik lagi menjelang dekade keenamnya ini. Salam gule anjing!

Himpunan Mahasiswa Sejarah
Kabinet Tjokroaminoto

-CR

(Sumber dokumentasi dan data suara: PPU Himse 2018)

Pameran Foto dan Gambar HIMSE Vol. 1–2: Menyatu dalam Nostalgia

1538537329052

Pada tanggal 25 September 2018, Departemen Minat dan Bakat (Mikat) bersama Departemen Media dan Informasi (Medfo) Himse menyelenggarakan program kerja kolaborasi perdananya berupa “Pameran Foto dan Gambar Himse 2018” dengan tema NOSTALGIA.

Pameran Foto dan Gambar Hari Pertama

Pameran dimulai pada pagi hari sampai sore waktu kuliah berakhir. Di pameran ini, beragam karya fotografi dan seni rupa masyarakat Sejarah dan beberapa dari prodi lainnya tampilkan kepada khalayak, khususnya Sejarah sendiri. Selain itu, arsip pribadi Himse dari satu sampai dua dekade lalu turut dipajang dalam rangka menyemarakkan pameran bertema nostalgia ini–di samping untuk menunjukkan memori-memori masa lampau yang dimiliki Himse.

Masyarakat menyambut baik proker kolaborasi perdana Himse ini. Banyak di antaranya meluangkan waktunya untuk mampir ke selasar belakang Gedung B, tempat pameran diselenggarakan, untuk sekadar melihat-lihat dan bahkan berfoto di tengah karya-karya yang dipajang. Pengunjung juga berkesempatan mengapresiasi karya yang ada dengan menempelkan sticky note di sebelah karya yang disukai. Selain itu, dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pameran di kesempatan selanjutnya, di ujung pintu keluar disediakan kotak saran untuk menuangkan kesan dan pesan pengunjung terhadap pameran ini. Stand majalah BISIK (Bicara Klasik), buletin Departemen Medfo, turut eksis untuk mengenalkan dan menjual majalah ini kepada pengunjung.

picsart_09-29-11278376516.png

Pameran Foto dan Gambar Hari Kedua

Pada hari selanjutnya, yaitu pada tanggal 26 September 2018, Pameran Foto dan Gambar Vol. 2–kelanjutan dari Vol. 1–dilaksanakan di Blue Stage dengan konsep yang berbeda dari hari pertama. Selain tempat yang lebih luas dan karya yang ada lebih banyak, kesempatan kali ini lebih meriah pula karena diiringi penampilan-penampilan akustik dari masyarakat Sejarah, termasuk oleh ketua pelaksana pameran ini, Bagus Jatmiko (2016). Pameran pun ditutup pada hari yang sama pukul 17.00 WIB.

pameran3

Ketuplak Pameran Bagus Jatmiko (2016) dan Sufy Muhtahar (2010) bermain akustik

Segenap panitia Pameran Foto dan Gambar Himse 2018 mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas antusiasme dan sumbangsih karyanya untuk pameran ini.

Sampai jumpa di Pameran Foto dan Gambar Himse Vol. 3. 🙂

Pameran Foto dan Gambar Himse 2018, menyatu dalam nostalgia!

Himpunan Mahasiswa Sejarah

Kabinet Tjokroaminoto

-CR

PS2 2018: Menyatukan Pramuda Sejarah 2018 di Tengah Keberagaman

Gemerlap penerimaan mahasiswa baru di tiap universitas ataupun perguruan tinggi masih terasa di penjuru tanah air. Dari pengenalan universitas, berlanjut ke fakultas, dan terakhir program studi, mahasiswa baru Universitas Padjadjaran mengikuti penyambutan sekaligus masa bimbingannya. Sebagai salah satu himpunan mahasiswa di Unpad, Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himse) menyambut pula pramuda Sejarah 2018 lewat Pengenalan Studi Sejarah (PS2) 2018.

PS2 merupakan salah satu program kerja Himse yang rutin dilakukan di tiap tahun ajaran baru. Proker ini berada di bawah naungan Departemen Pemberdayaan Sumber Daya Mahasiswa dan Organisasi (PSDMO).

Pramuda Sejarah 2018 dengan total keseluruhan 62 orang

Bertajuk “Keberagaman Menuju Persatuan” dan berlogo kura-kura, PS2 kali ini diharapkan dapat menyatukan para pramuda dari berbagai daerah, sekolah, juga suku menjadi kesatuan yang awet dan berumur panjang seperti halnya kura-kura. Sebelum memasuki pertemuan perdana, pramuda terlebih dulu mengikuti pra-masa bimbingan, rangkaian yang menjelaskan apa itu PS2 dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk PS2.

PS2 2018 resmi dibuka dan dimulai pada Sabtu, 8 September 2018 di lapangan parkir Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.

Ketuplak PS2 2018 M. Faris Fadil (2017) memberikan laporan

M. Faris Fadil (2017) selaku ketua pelaksana PS2 2018 menginformasikan laporannya seputar jumlah panitia PS2 2018, yang kemudian diakhiri dengan kata-kata penyemangat agar pramuda dapat mengikuti pertemuan perdana PS2 2018 dengan baik. Fikry Ainul Bachtiar (2016), selaku ketua Himse, dalam sambutannya juga tak luput memberikan motivasi yang serupa, dengan harapan antusiasme pramuda terhadap PS2 ini tetap terjaga sampai akhir rangkaian. Bapak Dade Mahzuni, selaku koordinator program studi Sejarah, menjadi kunci pembuka dalam peresmian PS2 tahun ini.

Koprodi Pak Dade Mahzuni memberikan sambutan

Setelah upacara pembukaan, pramuda langsung dibawa ke inti acara pada rangkaian pertama ini: pengenalan Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) dan pengenalan Mata Kuliah di Program Studi Sejarah. Bertempat di Aula Gedung B. Rangkaian acara hari itu didampingi oleh MC Ridha Hamidah Budiana (2017) dan Faisal Bagas Abrorri (2017).

Dalam rangka menginspirasi pramuda sekaligus mengenalkan mereka kepada kakak-kakak tingkatnya yang telah banyak menorehkan prestasi, Jaka Komara (2014), Anas Anwar Nasirin (2015), dan Alika Lahitani (2016) mengisi sesi Pengenalan Mawapres. Sesuai dengan prestasi yang telah dicapai, mereka membagikan pengalaman-pengalaman perkuliahannya. Sesi tanya-jawab dibuka di penghujung sesi ini.

Sesi Mawapres dengan moderator Raymond Purba (2017)

Selanjutnya, dalam rangka memberikan gambaran terhadap beberapa Mata Kuliah yang ada di Prodi Sejarah Unpad, Mas Widyo Nugrahanto, bersama Kang Budi Gustaman, dalam sesi talkshow memaparkan seputar spesialisasi kajian mereka dan mata kuliah yang diampu. Prof. Reiza D. Dienaputra, dalam sesi pengenalan mata kuliah Sejarah Visual, juga menjelaskan kajian yang ia tekuni. Sejumlah pramuda antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaannya kepada dosen terkait.

Sesi Sejarah Visual

Pertemuan perdana PS2 2018 ini berakhir pada sekitar pukul 15.00 WIB. Masih akan ada pertemuan selanjutnya yang tentu tak hanya sekadar memperkenalkan pramuda kepada Prodi Sejarah, tetapi juga membimbing pramuda untuk beradaptasi dengan lingkungan Sejarah dan sekitarnya.

(Galeri selengkapnya ada di @ps2_2018)

Himpunan Mahasiswa Sejarah
Kabinet Tjokroaminoto
-CR

HimseMenyatu: “Sejarah Rasa Sastra”

Pada 15 Maret lalu Himse Bersatu, bertajuk Revolution, dilaksanakan. Acara yang merupakan program kerja Departemen Hubungan Sosial ini selain mengeratkan hubungan masyarakat sejarah, pula menjadi bentuk “pesta pembuka” atas lahirnya kepengurusan eksekutif Himse yang baru untuk periode 2017/2018.

Bertempat di Blue Stage, FIB, pada pukul lima sore acara dibuka. Ketua Himpunan, Fikry Ainul Bachtiar, memberikan sambutannya. Dilanjutkan sambutan dari Departemen Hubungan Sosial sendiri. Kemudian, sebagai pemantik, perwakilan dari Departemen Minat dan Bakat beserta Departemen Media dan Informasi, Andre Gusvino Pajri (2016) dan Bagus Jatmiko (2016) membawa tampilan musik akustik di tengah-tengah Blue Stage. Setelah itu, sesuai dengan di mana jurusan Sejarah berada, kekentalan akan kesusastraan mulai terasa; sejumlah masyarakat Sejarah dari berbagai angkatan tampil membacakan puisi, baik itu buatan pribadi atau milik tokoh lain, dengan tema puisi yang begitu luas, mulai dari perempuan, cinta, hidup, sampai sosial. Dari penampilan-penampilan berpuisi tersebut, boleh dikatakan sebagai momentum “Sejarah rasa Sastra” Himse.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selesai waktu istirahat dan ibadah Magrib, makan-makan pun dimulai. Barisan peserta duduk berhadapan dengan nasi liwet memanjang di tengah-tengahnya untuk disantap bersama-sama.

Acara ini adalah salah satu dari beberapa proker pengurus Himse 2017/2018 dalam upaya untuk mengeratkan masyarakat Sejarah. Tentunya, satu per satu proker yang lain akan menyusul dan diharapkan dapat pula bermanfaat untuk masyarakat Sejarah.

Himpunan Mahasiswa Sejarah
Kabinet Tjokroaminoto
-CR

Kongres Awal Tahun Lanjutan Himse 2017/2018

Pada Sabtu, 3 Maret 2018 lalu, diselenggarakan Kongres Awal Tahun Lanjutan Himse 2017/2018, salah satu kongres yang rutin diadakan tiap pergantian periode kepengurusan. Kongres ini menyambung pembukaan Kongres Awal Tahun yang telah dilaksanakan pada Kongres Akhir Tahun Himse 2016/2017 pada akhir bulan Desember 2017. Bertempat di Student Center FIB, kongres dimulai pukul 11 pagi.

Kongres dihadiri sejumlah masyarakat Sejarah, termasuk pengurus eksekutif Himse dan Dewan Perwakilan Angkatan (DPA), dan dipimpin oleh tiga orang presidium, Genta Bramaskia (2016) sebagai Presidium I, Amelia Sopia (2017) sebagai Presidium II, dan Linda Rahmawati (2017) sebagai Presidium III. Kongres berjalan cukup tertib. Dimulai dengan perundingan mengenai susunan acara kongres, dilanjutkan dengan pengenalan kabinet baru DPA yang dipimpin oleh koordinator DPA, Rifqi Fakhrian Martani (2016). Diteruskan dengan pemaparan Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis-garis Besar Haluan Kerja (GBHK) Himse. Tujuannya adalah sebagai pedoman untuk pengurus eksekutif Himse, DPA dan informasi bagi masyarakat Sejarah. Pemaparan tersebut juga turut dipenuhi kritik dan pendapat hadirin dalam mengamandemen AD/ART maupun GBHK.

Kongres ditutup pada pukul 9 malam. Diharapkan AD/ART dan GBHK yang berlaku dapat berjalan baik sebagai payung regulasi Himse dan masing-masing pihak dapat mematuhinya. Kongres akan diselenggarakan kembali setelah selesai kepengurusan Himse periode tahun ini pada akhir tahun nanti.

Himpunan Mahasiswa Sejarah

Kabinet Tjokroaminoto

-CR

Pertemuan Perdana Short Class Gramatika Bahasa Belanda

“One language sets you in a corridor for life. Two languages open every door along the way.” Frank Smith

Bila buku adalah jendela dunia, bahasa adalah kunci jendela tersebut. Tentu saja, agar orang-orang dapat menangkap maksud dalam sebuah buku, ia harus terlebih dulu memahami bahasa yang digunakan.

Bahasa pada dasarnya merupakan alat komunikasi esensial antarmanusia. Jumlahnya ada ribuan di dunia. Selain bahasa dari tanah kelahirannya, banyak orang yang belajar bahasa lain di luar itu. Belajar beragam bahasa memang menarik bagi kebanyakan orang.

Kali ini, Himse Kabinet Tjokroaminoto membuka kesempatan tersebut dengan kegiatan bertajuk “Short Class Gramatika Bahasa Belanda”.

Program kerja dari Departemen Keilmuan ini, sesuai namanya, mengajarkan bahasa Belanda dasar. Kelas ini gratis dan dibuka untuk 40 orang. Melalui pendaftaran terbuka serta penyeleksian formulir pendaftar, 20 orang mahasiswa Sejarah dari angkatan 2017 dan 20 orang mahasiswa di luar Sejarah dari bermacam tahun angkatan diserap.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kelas ini diselenggarakan perdana pada tanggal 2 Maret 2018 pada pukul 8 pagi, bertempat di ruang B3.03, FIB. Sebelum memasuki sesi pembelajaran, baik ketua Himse dan jajaran pengurus Departemen Keilmuan memberikan sambutan. Selanjutnya, Chairani Rahiimi (2016), selaku salah satu pengajar, memperkenalkan diri kepada para peserta. Kegiatan mengajar-belajar pun dimulai secara santai dengan materi pertama yaitu perkenalan diri dalam bahasa Belanda.

Kelas Gramatika Bahasa Belanda ini akan rutin dilaksanakan setiap hari Jumat dengan tujuh kali pertemuan. Setiap pertemuannya akan dilangsungkan sesi kuis sebelum kelas ditutup.

Himpunan Mahasiswa Sejarah

Kabinet Tjokroaminoto

-CR