Buletin BISIK Edisi 3

24 03 2012

Pada edisi kali ini kami sengaja memilih tema sepak bola. Selain karena masih jarangnya tulisan yang mengangkat tema sejarah sepak bola, juga karena sepak bola adalah olahraga terfavorit di negeri ini. Mulai dari anak kecil yang belum bisa membaca hingga kakek – kakek yang kawin lagi, menyukai olahraga ini. Sejarah munculnya sepak bola dapat dilihat pada artikel yang berjudul Sepak Bola itu tak bertuan (Sejarah Lahirnya Sepak Bola) . Juga mengenai keadaan Liga Indonesia yang sekarang sedang kacau balau ternyata pernah juga terjadi di masa lalu, kita dapat lihat di artikel Liga Indonesia : Seandainya Berkaca Pada Masa Lalu. Sepak bola bukan hanya sebuah olahraga tendang – menendang atau sundul – menyundul. Unsur politik juga mewarnai olahraga ini, lihat saja tulisan tentang Jenderal Franco (musuh Barcelona) dan juga Pengaruh Fasisme dalam Piala Dunia. Serta masih banyak lagi tulisan yang menarik, unik dan juga lucu yang dihadirkan pada Bisik edisi ke-3 ini.

file PDFnya dapat anda download disini





Rokok Sebagai Trend di Kalangan Wanita

24 03 2012

Oleh: Karolina Sianipar

 

Faktor Pengguna Rokok
Fakta menunjukkan bahwa di zaman yang semakin maju seperti sekarang ini, banyak di kalangan wanita yang menjadikan rokok sebagai Trend. Mereka merasa bahwa rokok adalah gaya hidup. Faktor terbesar dari pengguna rokok dikalangan wanita ialah faktor lingkungan dan akibat pergaulan.
Sering kali para wanita menganggap bahwa stress karena bekerja atau tugas yang menumpuk ataupun masalah percintaan bisa dihilangkan dengan cara menghisap rokok. Ada juga wanita yang menganggap bahwa rokok dapat dijadikan obat diet. Karena mereka menganggap bila dengan menghisap rok ok, rasa nafsu makan akan berkurang. Sehingga hal ini dapat dijadikan cara yang praktis untuk mengurangi berat badan. Namun mereka tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari pengguna rokok.
Rokok dianggap menjadi suatu pengisi kekosongan bagi kalangan wanita remaja. Sudah menjadi hal yang tak canggung lagi ketika seorang wanita remaja merokok ditempat-tempat terbuka. Beberapa tempat yang dijadikan tempat asik untuk merokok misalnya kafe, restoran, mall ataupun tempat-tempat nongkrong lainnya. Hal ini Baca entri selengkapnya »





Buletin BISIK Edisi 2

21 11 2011

Pada edisi ini, tim redaksi memilih tema Jatinangor, desa yang berdebu kota, dimana dosen dan mahasiswa Universitas Padjadjaran, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), IKOPIN, dan Universitas Winaya Mukti (sekarang ITB) menjalankan proses belajar mengajar. Akan diulas mengenai asal-usul nama Jatinangor, sejarahnya, dan toponimi desa-desa yang ada disana. Artikel-artikel mahasiswa juga masih menjadi salah satu rubrik dalam Buletin BISIK dan masih ada informasi-informasi lainnya yang pastinya berguna untuk memenuhi kapasitas otak pemuda-pemuda penerus bangsa.

file PDFnya dapat anda download disini





Buletin BISIK Edisi 1

22 09 2011

Buletin BISIK atau “Bicara Klasik” ini merupakan suatu reinkarnasi dari OASE, buletin HIMSE terdahulu. Pihak redaksi tergerak hati untuk menghidupkan kembali suatu wadah yang menampung dunia penulisan mahasiswa. Pada edisi ini redaksi akan akan mengulas mengenai perkembangan alat musik petik yang telah digunakan oleh umat manusia hingga saat ini. Akan diulas juga 150 lagu terbaik Indonesia sepanjang masa dan 20 musisi Indonesia terbaik sepanjang masa.

file PDFnya dapat anda download disini






Wayang Bukan Berhala

22 09 2011

Oleh: Muhammad Aprian Romadhoni

“artikel ini dimuat dalam rubrik surat pembaca surat kabar Pikiran Rakyat kamis, tanggal 22 September 2011″

Melihat kondisi beberapa hari yang lalu tentang berita dirobohkannya patung-patung para tokoh perwayangan di purwakarta minggu (18/9). Siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini? Sungguh telah terjadi kesenjangan budaya
yang dipandang kasat mata tanpa dipandang sebagai suatu simbol masyarakat

yang berbudaya. Sungguh sangat saya sesali atas peristiwa anarkis itu karena budaya yang harus diperkenalkan tetapi menjadi sesuatu yang meresahkan akibat kurangnya rasa sadar terhadap budaya sendiri. Seiring dengan

perkembangan budaya luar di indonesia banyak yang harus perlu kita ketahui tentang budaya-budaya lain

yang memang harus dihancurkan dibandingkan patung tokoh-tokoh perwayangan seperti budaya korupsi, budaya plagiat, budaya pornografi dan masing banyak budaya negatif yang harus di hancurkan bahkan di perangi. Kita semua tau beberapa tahun lalu ada negara yang mengklaim salah satu kebudayaan nusantara ini akibat kurangnya pelestarian budaya oleh masyarakat kita sendiri. Melihat peristiwa diatas yang ditanggapi oleh salah satu Budayawan Jawa Barat Bapak Subandi bahwa Perwayangan bukanlah berhala Baca entri selengkapnya »





Arti Sebuah Tanda Jasa dan Penghargaan

22 09 2011

Oleh : Rendy Suhardiman

“Artikel ini ditulis untuk memperingati Hut Kemerdekaan RI yang ke 66 Tahun dan Sebagai bahan renungan bagi kita semua”

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari yang bersejarah bagi Republik Indonesia karena pada tanggal tersebut bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Tentu saja tahun ini merupakan hari kemerdekaan yang sangat istimewa karena Tanggal 17 Agustus 2011 bertepatan dengan Nuzul Qur`an. Sebagai rakyat Indonesia tentu kita harus mensyukuri hal ini.

Sebagaimana dengan tradisi kenegaraan, menjelang tanggal 17 Agustus 2011, tepatnya tanggal 12 Agustus 2011, presiden selaku kepala Negara  selalu memberikan tanda jasa atau penghargaan kepada orang – orang yang berjasa kepada Negara baik dalam bidang Militer, sosial atau pun kepada kalangan pejabat Negara yang memang pantas untuk mendapatkannya. Penghargaan pun dapat berupa bintang jasa, 16 tahun, 20 tahun, sampai 50 tahun bahkan ada juga yang mendapatkan Bintang Republik Indonesia Adi Peradana. suatu Bintang jasa yang hanya dapat diperoleh oleh seseorang yang dapat dikatakan sangat berjasa untuk kepentingan Negara. Dalam hal ini pada tanggal 12 Agustus 2011 kemarin bertempat di Istana Negara, Presiden SBY telah memberikan Bintang Republik Indonesia Adi Peradana kepada beberapa Menteri, Mantan Menteri bahkan Gubernur. Baca entri selengkapnya »





Dinamika Musik Pop Era 90’an

12 08 2011

Oleh: Rifky Kurniawan

Musik pop sekarang terkenal dengan musik pengantar bunuh dirinya, lagu sendu yang mendayu – dayu bikin pilu kena palu. Pertanyaannya kenapa sampai berkembang musik seperti itu? Pertanyaan itulah yang akan coba dijawab dari aspek sejarah musik pop itu sendiri (dalam hal ini musik pop era 90’an).

Awal berkembangnya musik pop

Perkembangan musik pop tidaklah lepas dari peran media massa, dan radio pendukung awal berkembangnya musik di Indonesia bahkan dunia.  Media massa  menempati posisi strategis dalam membangun batas – batas sebuah lagu berada pada titik ideal konstruksi kapital dan selera publik, dan radio merupakan media awal dari pembangunan konstruksi kapital dan selera publik mengenai selera musik pop yang dimulai pada tahun 1920’an, yang kemudian disusul media televisi (MTV terutama yang menayangkan musik 24jam non stop).

Periode 80 dan 90’an adalah awal dari mewabahnya industri hiburan termasuk didalamnya adalah musik populer. Hal ini dikarenakan munculnya media massa swasta baik cetak maupun elektronik. Stasiun televisi tidak lagi dimonopoli oleh negara (TVRI) mulai bermunculan stasiun televisi swasta,  seperti RCTI , SCTV, ANTEVE, Indosiar dan TPI. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.